Wednesday, December 21, 2016

sundayTalk : Aleppo Berduka

Advertisement

Bismillahirrahmanirrahim .
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
                Alhamdulillah Mr. G kali ini dapat berjumpa dengan kalian semua (galawers people) di pekan ke 6 #sundayTalk, tadi pagi Mr. G baru pulang dari Cimahi karena nginep di Babeh Idu Durahman dan Alhamdulillah beliau sehat dan kegagalan Timnas juara AFF 2016 membuat sedikit gimana gitu, tapi tak apa InsyaAllah 2 tahun ke depan kita Juara AFF 2018. Aamiin.
                Pada Kesempatan kali ini Mr. G mungkin tidak akan banyak bercanda karena yang telah kita tau kita semua umat Muslim sedang bersedih dengan yang terjadi di Aleppo , Suriah dimana Umat Muslimin dan Muslimah menderita akibat adanya peperangan yang terjadi di kota terbesar kedua di Suriah tersebut. Innalillahi Wainnailaihi Raji'uun.
                Tema untuk Pekan Ke 6 #sundayTalk ini adalah "Aleppo Berduka", Mr. G coba memuat untuk memberi Informasi dari Peristiwa Aleppo. Tema untuk Pekan ini diserahkan kepada Teman-teman semua, dan Alhamdulillah ada beberapa respon untuk bahasan yang bermacam-macam, dan setelah Mr G berdiskusi dengan Bu Dita maka dipilih saran dari Pajar Purnama (IG : @p_besar) yang memberi komentar di Facebook Mr. G (Peter Parker) : "Muslim Aleppo" . Terimakasih kepada semuanya yang telah berpartisipasi dalam pemilihan tema pekan ke 6 di #sundayTalk.
 
                Oke, Mr. G telah mengambil informasi dari beberapa Referensi yaitu dari Wikipedia (id.wikipedia.org) dan DetikNews (news.detik.com). Langsung saja berikut Informasi yang tertuang :
A. PERTEMPURAN ALEPPO 2012-2013 (Wikipedia)
                Pertempuran Aleppo 2012, juga dikenal dengan sebutan "induk dari semua pertempuran" adalah konfrontasi militer yang terjadi di Aleppo, Suriah antara militer Suriah dengan Tentara Pembebasan Suriah. Pertempuran ini dimulai pada tanggal 19 Juli 2012 sebagai bagian dari serangkaian Perang Sipil Suriah. Bentrokan berawal dengan dilancarkannya serangan oleh Tentara Pembebasan Suriah terhadap kota Aleppo, di mana kota ini merupakan kota terbesar sekaligus pemegang kekuasaan dan pusat ekonomi strategis di Suriah.
       1. Latar Belakang
Demonstrasi besar-besaran terhadap pemerintah Suriah terjadi di Aleppo pada tanggal 20 Juli 2012. Di bagian Aleppo Utara, Tentara Pembebasan Suriah (TPS) telah mengklaim kontrolnya atas beberapa kota dan distrik, diantaranya Tal Rifaat, Azaz dan Al-Bab. Pertempuran dimulai saat puluhan pemberontak TBS menembus ke dalam kota Aleppo. Para warga kemudian mengecat dinding mereka dengan gambar bendera pra-Ba'athis untuk menyimbolkan revolusi.
       2. Pertempuran
Mayoritas kawasan di Aleppo yang dikuasai para pemberontak dibombardir oleh pasukan pemerintah dan pertempuran lainnya pecah di sejumlah distrik. Pertempuran terbaru ini berlangsung hanya beberapa saat setelah voting Majelis Umum PBB yang mengkritik soal kegagalan Dewan Keamanan untuk bertindak di Suriah. Pusat pertempuran berlangsung di sekitar kawasan selatan Damaskus di mana baku tembak dilaporkan berlangsung di Tadamon, meski sebelumnya telah diserang oleh pasukan pemerintah. Pertempuran juga terjadi di sejumlah bagian di pusat ibukota, dan dilaporkan oleh BBC bahwa pertikaian berikutnya terjadi di bagian barat kota dan di sekitar Dumar.
Cuplikan video yang dirilis oleh sebuah lembaga aktivis menunjukkan sebuah jet militer terbang diatas kawasan yang mereka sebut sebagai markas pemberontak di Salah al-Din di Aleppo kemudian diikuti dengan suara ledakan keras. Pemerintah Suriah sejauh ini belum melancarkan serangan terpadu untuk mengusir para pemberontak keluar, meski PBB meyakini bahwa saat ini rezim Bashar al-Assad tengah mengumpulkan pasukan untuk melancarkan serangan guna menguasai kota yang tidak bisa dilepas. Sementara itu lebih dari 200.000 rakyat Suriah telah meninggalkan Aleppo. Namun menurut PBB, banyak dari penduduk Aleppo yang masih terjebak dan berlindung di gedung-gedung sekolah dan bangunan publik lainnya.
Sementara itu, sebuah organisasi yang menamakan diri sebagai pemerhati persoalan HAM Suriah yang berbasis di Inggris melaporkan bahwa sekitar 135 orang tewas pada pertempuran pada tanggal 1 Agustus, sedangkan organisasi lainnya yaitu Komite Koordinasi Lokal menyebut bahwa lebih dari 170 orang tewas.
       3. Reaksi Internasional
Perancis - Kementerian Luar Negeri Perancis mengatakan bahwa "dengan adanya penumpukan senjata berat di sekitar Aleppo, Presiden Suriah, Bashar al-Assad sedang bersiap untuk melakukan pembantaian pada rakyatnya sendiri", sementara Italia dan ketua Dewan Keamanan PBB juga menuduh pemerintah bersiap untuk membantai warga sipil.
Rusia - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov menyatakan bahwa "mitra Barat kami beserta beberapa negara tetangga Suriah pada dasarnya mendorong, mendukung dan mengarahkan perjuangan bersenjata untuk melawan rezim". Lavrov juga menambahkan bahwa akan lebih realistis jika Angkatan Bersenjata Suriah tidak melawan ketika pemberontak menduduki Aleppo. "Bagaimana kalian bisa berharap bahwa dalam situasi seperti ini, pemerintah hanya akan berdamai dan berkata 'Baiklah, aku salah. Ayo, jatuhkan saya, dan ubahlah rezim'?"
Turki - Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdo─čan mendesak tindakan internasional, dan mengatakan bahwa kita tidak mungkin "untuk tetap menjadi penonton" atas pertempuran di Aleppo. Reuters melaporkan bahwa Turki telah bersekutu dengan Arab Saudi dan Qatar untuk memberikan bantuan militer dan komunikasi kepada Tentara Pembebasan Suriah dengan mendirikan basis di kota Adana. Reuters juga mengutip satu sumber yang berbasis di Doha yang menyatakan bahwa Turki, Qatar dan Arab Saudi telah memberikan bantuan senjata dan pelatihan kepada para pemberontak.
Inggris - William Hague, Menteri Luar Negeri Inggris juga menyatakan bahwa "dunia harus bertindak untuk mencegah pembantaian di Aleppo."
Amerika Serikat - Amerika Serikat mengatakan bahwa pihaknya mengkhawatirkan akan terjadinya pembantaian baru di Aleppo oleh pemerintah Suriah: "Kekhawatiran kami adalah bahwa kita akan melihat pembantaian di Aleppo dan itulah yang tampaknya dipersiapkan oleh rezim Assad."
Sebelumnya, Rusia dan Cina mengecam resolusi PBB yang dikeluarkan pada tanggal 3 Agustus 2012 dengan mengatakan bahwa resolusi akan menghancurkan upaya perdamaian. Utusan Moskow di PBB, Vitaly Churkin, mengatakan bahwa resolusi PBB berpihak dan mendukung oposisi bersenjata. Sedangkan negara Barat memuji resolusi yang didukung 133 anggota, 12 menolak dan 31 negara absen. Resolusi itu sendiri mengkritik Dewan Keamanan PBB dan pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Majelis memperdebatkan resolusi yang diajukan oleh Arab Saudi, sesaat setelah pengunduran diri utusan PBB-Liga Arab Kofi Annan dan kegagalan rencana enam poin perdamaiannya.
Di sisi lain, media Iran pada tanggal 30 Juli melaporkan bahwa Pemerintah Iran meminta Turki dan Qatar agar membantu menjamin pembebasan 48 warga negara Iran yang diculik hari Sabtu di Damaskus. Iran mengatakan para korban adalah jemaah Shiah, tetapi komandan Tentara Pembebasan Suriah menggambarkan mereka sebagai pasukan elit Iran, Garda Revolusi. Atas hal ini, bisa disimpulkan bahwa Iran mendukung pemerintah Suriah, sementara Turki dan Qatar mendukung oposisi Suriah.

B. 10 PERKARA YANG PERLU DIKETAHUI TENTANG ALEPPO DAN SURIAH
       1. Aleppo
Sesudah enam bulan pengepungan, pemerintah Suriah mengumumkan bahwa mereka telah membebaskan Aleppo. Seharusnya evakuasi warga sipil dari kota itu sudah dimulai, namun pertempuran meletus lagi.
Diyakini, gencatan senjata ambruk sesudah pemerintah menuntut pemberontak untuk membuka jalan bagi warga sipil dan serdadu pemberontak yang terluka untuk meninggalkan kota. Betapa pun, itu berarti penderitaan rakyat Aleppo jauh dari usai.
Pemboman terhadap bagian terakhir kota yang dikuasai pemberontak, bisa jadi merupakan kejahatan perang, kata pernyataan PBB, Rabu (14/12).
Kami berbicara dengan Tim Eaton ahli Timur Tengah dari lembaga tangki pemikiran internasional Chatham House, yang memapar keadaan di sana, setelah mengecek topik paling dicari di Google tentang Suriah.
       2. Siapa yang saling berperang di Suriah?
Secara umum, pemerintah Suriah memerangi kelompok-kelompok pemberontak. Namun itu merupakan suatu penyederhanaan besar-besaran.
"Ini tentang beragam peperangan, dan bukan cuma satu peperangan saja," katanya.
"Perang yang berbeda-beda itu berkelindan satu sama lain di beberapa tempat dengan berbagai cara. Setiap kelompok bentrok dengan berbagai kelompok lain".
"Di beberapa tempat, rezim Bashar al Assad memerangi ISIS. Di beberapa tempat lain, pemberontak dan kelompok-kelompok bersenjata Kurdi memerangi ISIS."
       3. Bagaimana semua itu bermula?
Semuanya bermula pada tahun 2011 sesudah apa yang disebut Musim Semi Arab - serangkaian unjuk rasa antipemerintah di berbagai negara di Timur Tengah.
Suriah juga. Rakyat mengungkapkan kemarahan tentang pejabat yang korup dan kurangnya kebebasan sipil.
"Ketika rezim menanggapi aksi-aksi itu dengan langkah yang makin brutal dan penuh kekerasan, banyak pengunjuk rasa dan kelompok tertentu yang menyimpulkan bahwa satu-satunya cara berhadapan dengan pemerintah adalah dengan mempersenjatai diri dan menggulingkan rezim."
"Hal ini berkembang menjadi perang saudara yang berlarut-larut."
       4. Siapakah Presiden Bashar al-Assad?
Dia sebetulnya bukan orang yang seharusnya memegang pemerintahan. Awalnya ia dikirim kuliah ke London untuk menjadi dokter mata. Tapi kemudian kakaknya meninggal dan dia dipanggil kembali kembali ke Suriah dan dipersiapkan untuk mengambil alih kekuasaan jika ayahnya meninggal.
"Sebenarnya muncul banyak harapan ketika ia menggantikan ayahnya pada tahun 2000," Tim Eaton menjelaskan.
"Orang-orang merasa ini mungkin kesempatan untuk menjadi lebih liberal, untuk membuat semuanya jadi lebih terbuka".
"Selama beberapa tahun pertama, harapan itu segera memudar. Sejak 2011 kita telah menyaksikan kebrutalan rezim yang tak segan untuk menggunakan strategi kekerasan".
"Dia seorang yang bisa melakukan berbagai hal yang mengerikan."
       5. Mengapa Rusia membantunya?
Ada beberapa kemungkinan penyebabnya.
"Ada yang mengatakan, itu karena Rusia memiliki pangkalan Angkatan Laut di pesisir Suriah. Yang lain mengatakan, Rusia juga ingin turut membasmi kaum ekstrimis Islamis."
Tapi Tim Eaton meyakini, semuanya merupakan suatu permainan kekuatan global.
"Rusia menempatkan diri mereka di puncak permainan, untuk menyejajarkan diri dengan Amerika Serikat."
       6. Siapa saja para pemberontak itu?
Dia menggambarkan mereka sebagai 'konstelasi berbagai entitas.'
"Kita tidak dapat melihat para pemberontak sebagai satu kelompok dengan satu sudut pandang, satu rantai komando dan satu pesan politik.
"Ada banyak kelompok. Beberapa di antaranya dianggap sebagai kelompok teror."
Pada dasarnya, tidak mungkin untuk menganggap suatu kelompok sebagai sepenuhnya baik dan menganggap kelompok lain sebagai sepenuhnya buruk. Tim Eaton berbicara tentang 'hitam, putih dan sejumlah wilayah abu-abu.'
"Ada kelompok pemberontak yang Barat tidak bisa mendukung, antara lain kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS".
"Dan kemudian di sisi lain, ada brigade Tentara Merdeka Suriah - yang merupakan mitra Barat dan dipercaya sebagai kelompok moderat".
"Di tengah, ada kelompok-kelompok Islam yang negara-negara Barat tidak tahu bagaimana cara menanganinya".
"Barat tidak nyaman, tetapi juga tidak bersedia menempatkan kelompok-kelompok ini dalam kotak yang sama dengan ISIS.
"Rusia akan menganggap kelompok-kelompok itu adalah teroris. Tetapi Barat tidak ingin menganggapnya begitu."
       7. Mengapa Aleppo begitu penting?
Di atas kertas, itu karena Aleppo merupakan kota terbesar kedua di Suriah. Jadi dengan menguasai kota itu para pemberontak bisa menampilkan diri sebagai altenatif yang kredibel dibanding pemerintah.
Eaton mengatakan, kekalahan di sana merupakan 'hal yang sangat menentukan dalam perang ini' dan juga dampaknya 'sangat buruk terhadap moral.' Menurutnya, kejatuhan Aleppo 'lebih menunjukkan kelemahan Aleppo, dan bukan kekuatan rezim.'
"Rezim butuh waktu enam bulan, dengan dukungan luar biasa dari Rusia, Iran dan militan lain, untuk merebut kembali Aleppo.'
"Jatuhnya Aleppo bukan berarti perang sudah berakhir, tak juga berarti akan segera berakhir."
       8. Apakah akan ada Aleppo lain?
Sejak pengepungan dimulai di Aleppo, kota yang tadinya begitu sibuk itu pelan-pelan runtuh jadi puing-puing. Berbagai berita dan gambar menunjukkan penderitaan manusia yang tak terperikan. Tim Eaton tidak yakin bahwa ini hanya merupakan suatu pengecualian.
"Dibutuhkan waktu enam bulan bagi pemerintah untuk merebut kembali Aleppo dengan pemboman yang brutal."
"Sementara itu para pemberontak masih menguasai wilayah-wilayah lain. Jadi kenyataan yang menyedihkan adalah, kita akan menyaksikan dijalankannya taktik yang sama di tempat-tempat lain".
"Seluruh horor itu akan terjadi lagi di tempat lain."
       9. Bagaimana skala penderitaan sebenarnya di Suriah?
"Keadaannya begitu mengerikan," katanya.
"Sangat sulit untuk membuat skala kehancuran dan penderitaan yang akurat. Namun kebanyakan sepakat bahwa lebih dari 500.000 orang terbunuh."
Ia mengatakan bahwa lebih dari 11 juta orang mengungsi dari rumahnya atau dari negara itu.
Dan itu kira-kira sama dengan jumlah setengah penduduk Suriah sebelum perang.
Mengapa banyak negara maju cuma berdiam diri?
Sebagaimana semua hal di Nigeria, tak ada jawaban gampang untuk pertanyaan ini.
Eaton mengatakan bahwa awalnya ada harapan bahwa semuanya bisa diselesaikan dengan perundingan.
Pada tahun 2013, ratusan orang terbunuh dalam apa yang dicurigai sebagai serangan kimia.
Negara-negara seperti Amerika dan Prancis menyebut hanya pemerintah Suriah yang punya kemampuan senjata kimia. Mereka mengancam akan melakukan serangan militer.
Di Inggris, para anggota parlemen melakukan pemungutan suara, yang hasilnya menolak pemboman ke Suriah. Ini momen kuncinya.
"Hal itu bagai menetapkan irama selanjutnya. Assad menarik kesimpulan bahwa tak ada yang bisa menggulingkannya. "
"Ia menyimpulkan, ia bisa sebrutal apa pun yang dia mau, asalkan tidak menggunakan senjata kimia."
       10. Bagaimana orang seperti kita bisa membantu?
Tim Eaton mengatakan, salah satu pilihannya adalah menyumbang kepada lembaga sosial yang bekerja di Suriah, walaupun makin sulit saja untuk melakukan kerja kemanusiaan di medan perang.
"Sungguh saya kira orang-orang bisa mendorong agar masalah ini menjadi agenda dan kepedulian para politikus."
"Apa yang terjadi di Aleppo tak bisa dianggap sebagai sekadar kejadian biasa."
"Terang-terangan saja: kita tak melihat kepedulian dan tanggung jawab (para politikus) tentang masalah ini. Kita harus menuntut agar para politikus mengemban kewajiban mereka soal ini."

                Sekian Informasi yang dapat Mr. G sampaikan , dan senantiasa Do'a kan saudara sesama muslim yang berada di Aleppo semoga di beri kesabaran, ketabahan dan kekuatan serta bagi yang telah meninggal semoga ditempatkan di sisi Allah S.W.T , Aamiin.
"Ya Allah berikan Kekuatan kepada saudara-saudara kami (Hamba-hamba Mu) di Muka Bumi ini yang sedang dalam penderitaan, berikan kesabaran dan ketabahan. Cabut dan hentikan penderitaan mereka Ya Allah, tunjukan kekuasaan Mu. Aamiin"
"Ya Allah tempatkan mereka yang telah meninggal berada di sisi Mu dan masukan kedalam Surga Mu. Aamiin"
"ALLAHUAKBAR"

Terimakasih, mohon maaf bila ada kesalahan dalam postingan.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Referensi :


Baca Juga :

No comments:

Post a Comment