Thursday, October 21, 2010

Ekosistem

Advertisement
EKOSISTEM

Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi.
BAB I
Ekosistem Laut

1.Pengertian Ekosistem Laut
Ekosistem laut adalah salah satu dari ekosistem perairan Bumi. Ekosistem ini termasuk samudra, rawa garam dan ekologi intertidal, muara sungai dan laguna, bakau dan terumbu karang, laut dalam dan dasar laut. Mereka dapat dibandingkan dengan ekosistem air tawar, yang memiliki kandungan garam yang lebih rendah.
Menurut kedalamannya, ekosistem air laut dibagi sebagai berikut:
a. Litoral merupakandaerah yang berbatasan dengan darat.
b. Neretik merupakan daerah yang masih dapat ditembus cahaya matahati sampai bagian dasar dalamnya ± 300 meter.
c. Batial merupakan daerah yang dalamnya berkisar antara 200-2500 m
d. Abisal merupakan daerah yang lebih jauh dan lebih dalam dari pantai (1500-10.000m).
Menurut wilayah permukaannya secara horizontal, berturut-turut dari tepi laut semakin ke tengah, laut dibedakan sebagai berikut:
a. Epipelagik merupakan daerah antara permukaan dengan kedalaman air sekitar 200m
b. Mesopelagik merupakan daerah dibawah epipelagik dengan kedalaman 200-1000m. Hewannya misalnya ikan hiu.
c. Batipelagik merupakan daerah lereng benua dengan kedalaman 200-2.500 m. Hewan yang hidup di daerah ini misalnya gurita.


1
d. Abisalpelagik merupakan daerah dengan kedalaman mencapai 4.000m. Tidak terdapat tumbuhan tetapi hewan masih ada. Sinar matahari tidak mampu menembus daerah ini.
e. Hadal pelagic merupakan bagian laut terdalam (dasar). Kedalaman lebih dari 6.000 m. Di bagian ini biasanya terdapat lele laut dan ikan Taut yang dapat mengeluarkan cahaya. Sebagai produsen di tempat ini adalah bakteri yang bersimbiosis dengan karang tertentu.

2. Proses alami yang terjadi di laut
Proses alami yang terjadi di laut antara lain:
a. Pasang dan surut air laut
Jikan kita amati di pantai, air laut selalu mengalami perubahan pasang dan surut terhadap panta di daratan. Hal ini disebabkan oleh gaya tarik menarik atau gaya gravitasi benda-benda astronomi yaitu bulan, matahari dan benda astronomi yang lain terhadap bumi.
b. Pendangkalan/ sedimentasi
c. Abrasi
Abrasi adalah suatu proses perubahan bentuk pantai atau erosi pantai yang disebabkan oleh gelombang laut, arus laut dan pasang surut laut. Abrasi yang terjadi terus menerus akan menimbulkan kerusakan lingkungan. Untuk mengatasinya yaitu dengan pembuatan Brekwater.
Seperti Di pantai balongan indramayu telah terjadi proses abrasi yang sangat signifikan proses majunya garis pantai (abrasi) semakin tahun di pantai balongan indramayu ini semakin maju, garis bibir pantai semakin berkurang akibat dari abrasi tersebut. Pada awalnya pemerintah indramayu untuk mengatasi abrasi pantai ini hanya menggunakan karung berisi pasir untuk menahan ombak lalu hal ini gagal terus di buatlah batu – batu pengahalang ombak yang berbebtuk tripod, dan gagal juga.
Mulai tahun 2007 telah direncanakan untuk pembuatan Breakwater.

3. Ancaman terhadap laut
Ekosistem laut yang terdiri dari ekosistem mangrove, padang lamun, dan terumbu

2
karang akhir-akhir ini mengalami ancaman kerusakan yang sebagian besar akibat ulah manusia. Pertumbuhan penduduk yang tinggi dan pesatnya pembangunan di pesisir seperti pemukiman, perikanan pelabuhan, menyebabkan besarnya tekanan ekologis
terhadap ekosistem dan sumberdaya pesisir semakin meningkat pula.

Terdapat 3 ancaman utama terhadapn sumber daya laut, yaitu:
1. Sedimentasi dan pencemaran.
Sedimentasi adalah proses penumpukan zat hara atau proses pelumpuran. Pencemaran adalah kondisi simana suatu perairan atau tempat mendapatkan masikan zayyang berbahaya atau tidak dapat di tolerir oleh lingkungan tersebut dalam jumlah yang berlebih.
2. Degradasi habitat
Degradasi adalah proses penurunan kualitas. Jadi Degradasi habitat adalah proses penurunan kualitas habitat/tempat tinggal mahluk hidup tertentu.
Erosi pantai merupakan kondisi suatu habitat telah terdegradasi. Erosi pantai dapat dilihat dari penurunan garis pantai. Erosi pantai trjadi karena proses alami, sepeti karena terjadi adanya arus , angin, hujan, gelombang. Atau proses tidak alami seperti kegiatan manusia untuk membuka lahan hutan mangrove, dan penambanganterumbu karang untuk kepentingan kontruksi jalan dan bangunan .
3. Degradasi sumberdaya dan keanekaragaman hayati.
Degradasi sumberdaya alam seperti penebangan hutan mangrove, rusaknya trumbu karang, mengakibatkan hewan-hewan yang hidup di daerah tersebut brkurang jenisnya dan lama kelamaan punah. Kegiatan reklamasi pantai yang sering dilakukan di wilayah pesisir di perkirakan dapat merubah struktur ekologi komunitas biota laut bahkan dapat menurunkan keanekaragaman hayati perairan.





3
BABII
Ekosistem Pantai
. keras. kepiting dan burung pantai.
1. Pengertian Ekosistem Pantai
Ekosistem pantai letaknya berbatasan dengan ekosistem darat, laut, dan daerah pasang surut. .
Ekosistem pantai dipengaruhi oleh siklus harian pasang surut laut. Organisme yang hidup di pantai memiliki adaptasi struktural sehingga dapat melekat erat di substrat Keras.
Daerah paling atas pantai hanya terendam saat pasang naik tinggi. Daerah ini dihuni oleh beberapa jenis ganggang, moluska, dan remis yang menjadi konsumsi bagi kepiting dan burung pantai.
Daerah tengah pantai terendam saat pasang tinggi dan pasang rendah. Daerah ini dihuni oleh ganggang, porifera, anemon laut, remis dan kerang, siput herbivora dan karnivora, kepiting, landak laut, bintang laut, dan ikan-ikan kecil.
Daerah pantai terdalam terendam saat air pasang maupun surut. Daerah ini dihuni oleh beragam invertebrata dan ikan serta rumput laut.


b. Macam-macam Ekosistem Pantai
1.Formasi pes caprae
Dinamakan demikian karena yang paling banyak tumbuh di gundukan pasir adalah tumbuhan Ipomoea pes caprae yang tahan terhadap hempasan gelombang dan angin; tumbuhan ini menjalar dan berdaun tebal. Tumbuhan lainnya adalah Spinifex littorius (rumput angin), Vigna, Euphorbia atoto, dan Canaualia martina. Lebih ke arah darat lagi ditumbuhi Crinum asiaticum (bakung), Pandanus tectorius (pandan), dan Scaeuola Fruescens (babakoan).
2. Formasi baringtonia
Daerah ini didominasi tumbuhan baringtonia, termasuk di dalamnya Wedelia, Thespesia, Terminalia, Guettarda, dan Erythrina.
Bila tanah di daerah pasang surut berlumpur, maka kawasan ini berupa hutan bakau yang memiliki akar napas. Akar napas merupakan adaptasi tumbuhan di daerah berlumpur yang kurang oksigen. Sel¬ain berfungsi untuk mengambil oksigen, akar ini juga dapat digunakan sebagai penahan dari pasang surut gelombang. Yang termasuk tumbuhan di hutan bakau antara lain Nypa, Acathus, Rhizophora, dan Cerbera.
Jika tanah pasang surut tidak terlalu basah, pohon yang sering tumbuh adalah: Heriticra, Lumnitzera, Acgicras, dan Cylocarpus.
3. Estuari
Estuari (muara) merupakan tempat bersatunya sungai dengan laut. Estuari sering dipagari oleh lempengan lumpur intertidal yang luas atau rawa garam.
Salinitas air berubah secara bertahap mulai dari daerah air tawar ke laut. Salinitas ini juga dipengaruhi oleh siklus harian dengan pasang surut aimya. Nutrien dari sungai memperkaya estuari.
Komunitas tumbuhan yang hidup di estuari antara lain rumput rawa garam, ganggang, dan fitoplankton. Komunitas hewannya antara lain berbagai cacing, kerang, kepiting, dan ikan. Bahkan ada beberapa invertebrata laut dan ikan laut yang menjadikan estuari sebagai tempat kawin atau bermigrasi untuk menuju habitat air tawar. Estuari juga merupakan tempat mencari makan bagi vertebrata semi air, yaitu unggas air.

4. Terumbu karang
Di laut tropis, pada daerah neritik, terdapat suatu komunitas yang khusus yang terdiri dari karang batu dan organisme-organisme lainnya. Komunitas ini disebut terumbu karang. Daerah komunitas ini masih dapat ditembus cahaya matahari sehingga fotosintesis dapat berlangsung.
Terumbu karang didominasi oleh karang (koral) yang merupakan kelompok Cnidaria yang mensekresikan kalsium karbonat. Rangka dari kalsium karbonat ini bermacammacam bentuknya dan menyusun substrat tempat hidup karang lain dan ganggang.
Hewan-hewan yang hidup di karang memakan organisme mikroskopis dan sisa organik lain. Berbagai invertebrata, mikro organisme, dan ikan, hidup di antara karang dan ganggang. Herbivora seperti siput, landak laut, ikan, menjadi mangsa bagi gurita, bintang laut, dan ikan karnivora.


3. Ancaman terhadap Nelayan
a. Berkurangnya hasil tangkapan karena kerusakan alam.
b. Cuaca buruk, yang akan menghambat aktivitas.
c. Perubahan iklam yang mengakibatkan para nelayan menganggur.
d. Pasangnya air laut.
e. Banyaknya kematian ikan yang di sebabkan Pada musim kemarau meningkatnya suhu air, merkurangnya oksigen, dan pencemaran lingkungan dari industri kelapa sawit.
f. Upah harian yang diterima seorang buruh nelayan hanya sebesar Rp. 30.449,- per hari, yakni pendapatan nelayan yang sangat minim.
g. Gelombang laut dan ombak laut yang sangat tinggi mengakibatkan ancaman yang serius bagi nelayan.
h. Abrasi.
i. Komersialisasi laut adalah ancaman terhadap kedaulatan nasional dan masa depan nelayan.
j. Angin kencang.
k. Banyaknya ikan-ikan parasit.




6
BAB III
1. Kesimpulan
• Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
• Macam-macam Ekosistem diantaranya ekosistem laut dan ekosistem pantai.
• Ekosistem laut yang memiliki kedalaman yang terbagi atas litoral ( daerah yang berbatasan dengan darat), neretik ( daerah yang dalamnya ± 300 m ), batial (daerah yang dalamnya berkisar 200-2500 m ), abisal ( yang dalamnya 1500-10.000 m ). Seta luas wilayah yang terbagiatas epipelagik ( daerah yang berkisar 200 m ), mesopelagik ( berkisar 200-1000 m ), batipelagik ( berkisar 200-2.500m ).
• Ekosistem pantai dipengaruhi oleh siklus harian pasang surut laut. Organisme yang hidup di pantai memiliki adaptasi struktural sehingga dapat melekat erat di substrat keras. Macam-macam ekosistem pantai ini yaitu Formasi pes caprae, Formasi baringtonia, Estuary, Terumbu karang.
2. Saran
• Kita harus menjaga, melestarikan, dan merawat ekosistem laut dan ekosistem pantai ini. Karena ekosistem tersebut sangat berpengaruh, sekaligus bisa membantu dalam kelangsungan hidup.
• Hati-hati terhadap ancaman yang ditimbulkan laut karena itu akan membahayakan kita.
• Buatlah tanggul untuk menanggulangi terjadinya ancaman laut. Seperti pembutan Breakwater yang berguna untuk menghadang datangnya Abrasi.
Karena pepatahpun mengatakan “MENCEGAH LEBIH BAIK DARI PADA MENGOBATI”
7
MAKALAH PLH
(PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP)